Jln. Condet Pejaten No. 17 B, Jakarta Selatan

Tlp/Fax : (021)79183262

Mobile : 0813 1757 4500

Email : info@mitraseniindonesia.com

Dentang Kolintang

Dentang Kolintang

Alat musik tradisional asal Minahasa, Sulawesi Utara, ini awalnya digunakan untuk upacara ritual adat untuk pemujaan leluhur. Namun seiring masuknya agama Kristen dan Islam di Minahasa, kolintang tidak hanya digunakan untuk pengiring upacara adat, melainkan digunakan juga sebagai pengiring tarian, lagu, juga dapat dikolaborasikan dengan alat musik modern lainnya. Dilihat dari namanya, alat musik kolintang konon berasal dari bunyi ‘tong’ untuk nada rendah, ‘tang’ untuk nada tengah, dan ‘ting’ untuk nada tinggi. Jika akan mengajak bermain bersama, orang Minahasa mengatakan dengan, “Maimo Kumolintang” atau “Mari kita ber-tong ting tang.” Dari situlah kemudian muncul istilah kolintang. 

Terbuat dari deretan kayu khusus seperti kayu wenang dan kayu kakinik, yang disusun di atas alas kayu yang berfungsi sebagai resonator, kulintang mengalami perkembangan dari masa ke masa. Tadinya potongan kayu disusun berjejer di atas kedua kaki pemain, sembari dimainkan dengan cara dipukul. Lalu pada perkembangannya menggunakan alas berupa batang pisang, sehingga akhirnya menggunakan peti resonator yang diperkenalkan oleh Pangeran Diponegoro yang juga membawa gamelan ke Minahasa, dan nada yang dihasilkan pun mengarah pada susunan nada musik universal.   

Kolintang tidak dimainkan sendiri, melainkan bersama-sama. Biasanya terdiri dari sembilan jenis, yaitu ina esa (melodi 1), ina rua (melodi 2), ina taweng (melodi 3), uner (alto 1), uner rua (alto 2),  karua (tenor 1), karua rua (tenor 2), loway (bass), dan cella (cello). Namun biasanya dalam pertunjukan, enam jenis kolintang saja dirasa cukup untuk menampilkan harmonisasi suara kolintang yangmerdu. Keterampilan dan kelincahan pemain kolintang tampak pada cara memegang stik atau tongkat pemukul yang ujungnya diberi bantalan kain. Terkadang, dalam satu tangan, tidak hanya memegang satu tongkat, tetapi bisa dua tongkat sekaligus, yang dipukul bersamaan.   

 

 

 

 

 

About Author

Mitra Seni Indonesia

Mitra Seni Indonesia disingkat MSI adalah perkumpulan yang bersifat nirlaba dan non politik yang merupakan wadah bagi yang peduli/pemerhati/pecinta/pelaku seni rupa dan kesenian pada umumnya. Selengkapnya >